Minggu, 19 Juli 2015

Stigma Anak Punk

Anak Punk
            Punk merupakan komunitas yang biasanya dianggap sebagai kaum kriminal yang meresahkan warga. Bagaimana tidak? Mereka selalu menggunakan pakaian serba hitam, badannya dihiasi tato, hidung dan telinganya ditindik dan gaya rambutnya skinhead atau Mohawk. Namun, memang begitulah cara mereka menunjukkan identitasnya dan eksistensinya sebagai orang-orang marjinal.
            Banyak orang mengira bahwa anak punk adalah kumpulan orang yang tidak berpendidikan. Ternyata pandangan kita salah, mereka justru berwawasan luas bahkan lulusan sarjana. Komunitas ini sangat menjunjung tinggi nilai solidaritas, loyal dan berpegang teguh pada ideologinya “Do It Yourself” yang berarti hidup secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan kelompok dan antikerakusan—antikemapanan. Ideologi anak punk mencakup aspek social dan politik, karena pada awalnya komunitas punk terlahir dari jeritan – jeritan masyarakat terhadap para politikus.
             Komunitas Taring  Babi mampu mengahancurkan stigma – stigma yang dipandang oleh masyarakat. Komunitas ini merupakan komunitas punk yang hidup dengan ideology punk murni. Taring Babi yang tinggal di daerah srengseh sawah dapat berbaur dengan sangat baik bersama warga sekitar. Bahkan warga setempatpun sangat menyayangi komunitas ini.
            Kenapa demikian? Jawabannya adalah karena taring babi menunjukkan jati diri punk yang sesungguhnya. Kelompok manusia yang sangat menghargai manusia lainnya, mereka sangat menjunjung tinggi prinsip kebersamaan. Dibalik penampilan yang dianggap criminal ternyata mereka justru memiliki sisi kemanusiaan yang cukup tinggi.
            Pada awalnya saat pertama kali komunitas ini datang ke kampung, warga sempat resah dan akhirnya mereka memberikan kesempatan kepada mereka untuk tinggal ditempat tersebut semacam memberikan masa percobaan.
            Dalam masa percobaan ternyata Komunitas Taring Babi menunjukkan pola hidup yang baik dan dapat diterima oleh masyarakat dengan cara mereka mengikuti berbagai macam kegiatan warga setempat seperti kerja bakti bahkan mengikuti pengajian setempat. Mereka dapat berbaur dengan warga setempat secara baik.
            Komunitas inipun memberikan dampak positif kepada warga setempat seperti mengajarkan bahasa inggris kepada warga, memberikan sarana untuk mengembangkan kreativitas mereka. Komunitas Taring Babi hidup secara sehat dan bersih dari narkoba, mereka saling menjaga kepercayaan warga sekitar , mereka melarang anak punk yang datang dari dalam atau luar negri membawa narkoba ke dalam rumah mereka. Komunitas ini berprinsip anti narkoba dan disuarakan dalam album mereka “Daun Singkong Lebih Sehat Dari Pada Daun Ganja”. Dan faktanya semua punkers yang datang mematuhinya tidak ada yang membawa ataupun menggunakan narkoba ataupun  sejenisnya, komunitas ini berhasil mematahkan stigma lainnya.
            Tempat inipun menjadi sarana untuk menemukan jati dirinya sendiri bukan hanya untuk ikut – ikutan menjadi punk, semua orang bebas untuk mengekspresikan dirinya. Seperti slogan yang dituliskan di pintunya yang berbunyi “Disini bukan tempat untuk menjadi punk, disini bengkel untuk menjadi dirinya sendiri”. Tempat ini sangat terbuka untuk siapapun yang ingin belajar bersama mengembangkan potensi dirinya.
            Komunitas ini bertahan hidup dengan karya – karyanya sendiri seperti ideology yang mereka “Do It Yourself” mereka berkarya lewat jalur music yaitu band marjinal yang menyuarakan tentang aspek social dan politik. Membuat kreativitas yang dapat dijual seperti cukilan, melukis, membuat poster, nyablon, membuat tato, dan mengisi rumah mereka dengan barang – barang yang dibuat sendiri menggunakan daur ulang, seperti asbak yang dibuat dari bekas botol plastic.
            Saat ulang tahun marjinal, warga sangat antusias menantikan rangkaian acara yang akan mereka lakukan bersama, seperti lomba masak bersama yang diikuti oleh ibu – ibu setempat bersama komunitas Taring Babi.
            Pergaulan kaum Punk sangatlah luas, koneksi mereka tersebar di seluruh dunia, Taring Babi merupakan kelompok Punk yang terkenal dikalangan Punk di dunia, mereka sering diundang untuk manggung di luar negri seperti Jerman, Belanda dan Jepang. Apabila ada tamu anak punk dari luar kota atau luar negri yang sedang ke Jakarta, mereka pasti mampir ke basecamp Taring Babi untuk bertemu atau bersilahturahmi karena hubungan antar anak punk yang menjunjung nilai solidaritas.
            Komunitas ini mampu menunjukkan identitas “anak punk” yang sesungguhnya, mematahkan pandangan sempit kita terhadap punk yang sering dipandang sebelah mata. Taring Babi mampu mematahkan stigma negative masyarakat terhadap punk dengan pendekatan dan pembuktiannya selama ini.

Oleh: Nabila Ismail

Diterbitkan dalam buku Seri Pemikiran Mahasiswa FEUI "Sebuah Lentera" dapat ditemukan di Gramedia.

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar