Selasa, 18 Februari 2020

Budget Pernikahan

Hi bride to be!
Di postingan ini aku mau share tentang proporsi wedding budget & list vendor wedding pada hari pernikahanku
1. Detail tanggal acara
Tanggal: 22 Juni 2019
Akad: jam 10.00
Resepsi: 19.00

2. Venue
Upperroom annex building, Thamrin
https://goo.gl/maps/xJw4yb3nEdg8Ujkf7 )

3. Wedding Organizer
WYMMO
https://www.instagram.com/wymmorganizer/?hl=en )

4. Dekorasi pernikahan
Elgen decor, member of elssy design
https://www.instagram.com/elgen_decor/?hl=en )
5. Catering
Tabble top catering, akad: 400 pax, resepsi: 850 pax
( https://www.instagram.com/tabletopcatering/?hl=en )

6. Wedding ring pengantin wanita
Adelle Jewellery
https://www.instagram.com/adellejewellery/?hl=en )

7. Wedding ring pengantin pria
V&CO
https://www.instagram.com/vncojewellery/?hl=en

8. Fotografer
Namora pictures
https://www.instagram.com/namorapictures/?hl=en )

9. MUA
Christina Martha
https://www.instagram.com/christina_martha/?hl=en )

10. Hair do
Rochmajati
https://www.instagram.com/rochmajati/?hl=en )

11. Kebaya & gaun pengantin wanita
Bahan: beli di Mode Mart, Mayestik
Songket: Songket Padang
Jahit: Cikross

12. Baju akad & jas resepsi pengantin pria
Bahan: Mayestik
Jahit: Asang, Blok M

13. Entertainment
JDS Musique
https://www.instagram.com/jdsmusique/ )

14. MC resepsi
Jhony Johannis
https://www.instagram.com/jhonyjohannis/ )

15. MUA mom & sister
Chua makeup
https://www.instagram.com/chuamakeup/ )

16. Undangan
Antar Pena, Surabaya

17. Souvenir
Jakarta souvenir
https://www.instagram.com/jakarta.souvenir/?hl=en )

18. Bridal hairpiece
Hummingbird road
https://www.instagram.com/hummingbirdroad/?hl=en )

19. Sepatu pengantin wanita
Badgley Mischka

20. Corsage keluarga
Little girl shop
https://www.tokopedia.com/littlegirlshop/ )

21. Penginapan pengantin & keluarga
Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD
Berikut proporsi wedding budget nya:















Okay guys, semoga dapat membantu dan dapat menjadi referensi untuk kamu dalam menyiapkan hari pernikahan
Good luck for your wedding preparation!

Selasa, 11 Februari 2020

Tips Persiapan Lamaran Pernikahan

Hi Bride to be!
Semangat ya dalam mempersiapkan rangkaian acara menuju momen besar dalam hidupmu, yaitu pernikahan.
Sebelum menikah, budaya di Indonesia, kita memiliki rangkaian acara, yaitu di mulai dari acara lamaran yang pada dasarnya adalah pertemuan antara dua keluarga besar dalam menghantarkan niat sang lelaki (CPP "Calon Pengantin Pria") untuk mengajak sang wanita (CPW "Calon Pengantin Wanita") ke jenjang pernikahan. Berikut tips yang perlu disiapkan untuk hari lamaran mu:

1. Diskusikan tanggal lamaran antara dua keluarga besar kamu dan pasangan.
2. Cari venue yang pas untuk acara lamaran, bisa di rumah ataupun di venue lainnya yang sesuai dengan pertimbangan kedua keluarga.
3. Pilih catering yang bisa sesuai dengan pax undangan lamaran.
4. Riset tentang vendor-vendor dekorasi lamaran yang sesuai dengan budget, cek paket yang ditawarkan, lihat portfolio nya di instagram.
Buat moodboard untuk inspirasi dekorasi lamaran dari Pinterest (mine: https://pin.it/vBDPm5c) dan share ke vendor, agar dekorasi idamanmu dapat terealisasikan. Share color palette yang kamu mau untuk backdrop, kain, bunga, serta properti apa saja yang akan kamu dapatkan.
5. Untuk make up dan hair do perempuan, apakah ingin dandan sendiri atau menggunakan jasa salon/MUA.
6. Kebaya untuk acara lamaran, cari inspirasinya di instagram & pinterest. Cari kainnya di Mayestik dan tukang jahit langganan atau referensi dari keluarga/kerabat.
7. Cari fotografer untuk mengabadikan momen lamaran.
8. Menentukan anggota keluarga yang akan menjadi MC untuk acara lamaran, bisa juga menggunakan jasa MC profesional, tetapi karena acara lamaran biasanya diisi oleh keluarga dan kerabat dekat saja (small intimate event), menurut saya lebih baik menggunakan anggota keluarga agar bisa lebih dekat dan mencairkan suasana, serta dapat menghemat budget.
9. Menentukan anggota keluarga/mencari Ustad untuk membaca Al-Qur'an agar acara semakin khidmat.


Berikut merupakan detail acara lamaran saya:

 

1. Tanggal
22 September 2019

2. Venue
Kedai Kopi Tenong Cipete (@kopitenong)

3. Catering
Rabia catering (rekomendasi keluarga)

4. Dekorasi
Rustique decoration (@rustiquedecoration)

5. Hairdo & Make Up
Itje her salon Cipete (saya pilih karena dekat dengan venue, sehingga bisa datang lebih awal ke Cipete dan melakukan make up & hair do sebelum memulai acara)

6. Kebaya
Beli bahan di Mayestik - Mode Mart & Jahit di Ozzy (rekomendasi sepupu)

7. Fotografer
LIFO FEB UI
tips: untuk acara keluarga seperti lamaran & pengajian, aku pakai jasa fotografi dari komunitas foto di kampus dulu, hasil memuaskan karena mereka anak-anak yang passion di fotografi, tetapi harga belum semahal fotografer komersil

8. MC
Sepupu, Ka Fajar

9. Ustad untuk doa dan membaca Al-Qur'an
Ustd Nas dari Mesjid di Bintaro (rekomendasi dari keluarga)











Adapun susunan acara adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan acara
2. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad Nas
3. Ucapan Selamat Datang dari keluarga Besar Bapak *pihak keluarga wanita*
4. Pengantar kata dari keluarga besar Bapak *pihak keluarga pria*
5. Jawaban dari keluarga Bapak *pihak keluarga wanita*
6. Prosesi penyematan cincin
7. Perkenalan keluarga
8. Doa Penutup
9. Ucapan selamat dan foto bersama
10. Ramah tamah

Semangaat bride to be!
Kunci nya adalah doa dan komunikasi yang baik dengan pasangan dan keluarga, serta selalu nikmati proses nya ya.

Senin, 16 November 2015

Penelitian Daerah tentang Reklamasi Tanjung Benoa

Penelitian daerah di Tanjung Benoa, Bali - Agustus 2015

Pada bulan Agustus tahun 2015 saya dan teman – teman mahasiswa organisasi Badan Otonom Economica kembali melakukan penelitian daerah yang merupakan agenda rutin tahunan kami. Tahun ini kami melakukan penelitian daerah ke Pulau Dewata Bali, tepatnya di Tanjung Benoa. Kami melakukan penelitian mengenai “Reklamasi Tanjung Benoa”. Cara penelitian yang kami lakukan adalah dengan melakukan wawancara langung dengan warga di Tanjung Benoa, kami mengetuk pintu rumah mereka sesuai dengan blok – blok perumahan yang sudah dibagi bagi perkelompok surveyor. Tujuan kami dalam mengangkat tema ini adalah untuk mengetahui apakah respon warga terhadap reklamasi tanjung benoa yang merupakan daerah tempat tinggal mereka.
Dalam melakukan wawancara di Tanjung Benoa ini, tidak semulus saat kami melakukan wawancara di Merapi tahun sebelumnya, karna saat di Merapi semua warga bersedia untuk diwawancarai. Sedangkan saat kami melakukan wawancara di Tanjung Benoa ini, kami mendapatkan kesulitan bahwa warga setempat tidak bersedia untuk di wawancarai, meskipun kami sudah memberitahukan  kepada mereka bahwa kami sudah mendapatkan izin dari pemerintah setempat dan orang kehormatan (kepala suku setempat) di Tanjung Benoa.
Ternyata sebelumnya warga Tanjung Benoa sudah sering kedatangan para “peneliti nakal” mereka mengaku peneliti dari sebuah institusi yang dating untuk melakukan wawancara kepada warga setempat, lalu memberikan insentif seperti sembako, tetapi mereka meminta tanda tangan dan foto kopi kartu keluarga dan KTP. Ternyata tanda tangan yang dikumpulkan oleh para peneliti nakal dikumpulkan dan dinyatakan sebagai tanda tangan warga yang sudah setuju untuk reklamasi tanjung benoa. Karena kejadian ini warga sudah tidak terbuka kalau ada yang datang untuk melakukan wawancara mengenai reklamasi tanjung benoa, karena mereka takut dibohongi oleh oknum – oknum picik seperti yang pernah terjadi.

Respon warga dalam menolak sangat bermacam – macam, mulai dari menolak secara halus hingga yang paling ekstrem menangis karena ketakutan mendengar kata reklamasi lalu berdoa kepada dewa – dewanya. Kata reklamasi sangat sensitive bagi masyarakat setempat, karena berdasarkan informasi dari warga yang berhasil saya wawancara, kebanyakan dari mereka menentang atau tidak setuju dengan reklamasi di daerah mereka. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, diantaranya reklamasi yang sebelumnya pernah dilakukan di bali menjadi proyek gagal yang sekarang ini hanyalah menjadi daerah dengan tumpukan pasir yang terbengkalai. Tanjung Benoa merupakan tempat asal mereka dan sumber pencarian nafkah bagi penduduk setempat Karena apabila reklamasi dilakukan di Tanjung Benoa, maka otomatis semua kegiatan jual beli dan jasa wisata yang tadinya dilakukan oleh warga berpindah tangan menjadi milik pihak swasta dan semua kegiatan bisnis di atas Tanjung Benoa menjadi milik pihak swasta kapitalis. Ada juga yang sangat mencintai alam di Tanjung Benoa dan merasa bahwa kalau terjadi reklamasi nantinya akan merusak terumbu karang di Tanjung Benoa. Bahkan ada juga warga yang mengaitkan reklamasi dengan kekuatan mistis jahat, kalau reklamasi terjadi nantinya akan mendatangkan hal buruk dan membuat dewa marah. 

Minggu, 19 Juli 2015

Berkah Erupsi Merapi

Menurut sejarah, erupsi merapi tahun 2010 jauh lebih besar daripada erupsi gunung tersebut yang terjadi tepat pada tahun 1972. Ditinjau dari banyak indikator termasuk material yang dimuntahkan oleh merapi. Tragedi erupsi merapi 2010 telah menelan 353 orang tewas, merusak 291 rumah, dan satu tanggul jebol di Desa Ngepos akibat terkena luapan lahar dingin.
Meskipun erupsi ini telah menelan banyak korban jiwa dan merusak alam, dampak dari peristiwa ini telah memberikan berkah bagi masyarakat sekitar. Masyarakat dusun sekitaran merapi yang dahulu tidak mendapat perhatian dari pemerintah, kini telah menerima banyak bantuan dari segi kesehatan, pendidikan, kebutuhan hidup, fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Kesehatan masyarakat di sekitar merapi yang dulunya kurang diperhatikan oleh pemerintah, kini setelah peristiwa tersebut masing-masing masyarakat mendapatkan jamkesmas, sehingga mereka mempunyai asuransi kesehatan dan dapat berobat dengan gratis.
Penduduk yang masih bersekolah mendapatkan beasiswa pendidikan, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan wajib secara gratis dan orang tua mereka tidak perlu khawatir untuk menyisihkan pendapatannya untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
Kebutuhan hidup warga pun tidak terlalu berat setelah erupsi merapi, mereka justru senang karena mendapatkan banyak bantuan makanan dan daging ayam ataupun daging sapi.
Pemerintah juga membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti masjid, pendopo untuk berkumpul, balai desa, jalanan, instalasi air, tempat pembuangan sampah, dan jaringan listrik.
Warga yang tinggal di zona rawan merapi dan warga yang rumahnya hancur terkena lahar dingin dibangunkan rumah siap huni oleh pemerintah. Dengan bermodalkan kartu keluarga, satu keluarga mendapatkan rumah dari pemerintah senilai 30 juta lengkap dengan instalasi air, listrik PLN dengan menggunakan pulsa, rumah yang berbahan dasar batako, air pam dan kamar mandi di dalam setiap rumah.
Bahkan walaupun dulunya keluarga tersebut tidak memiliki rumah, tetap saja mereka akan diberikan rumah oleh pemerintah asal mereka menyetujuinya dan bermodalkan kartu keluarga, bahkan beberapa warga jadi ada yang mempunyai dua rumah, karena ada yang rumah lamanya tidak rusak.
Saat terjadi perjanjian antara warga dengan pemerintah yang ingin memberi rumah, muncul isu apabila keluarga dalam satu kartu keluarga setuju untuk mendapat rumah dari pemerintah dan bersedia pindah, maka rumah lama akan dihancurkan. Sehingga akibat dari isu ini adalah ada beberapa keluarga yang tidak bersedia menerima rumah dari pemerintah karena berpikir bahwa mereka telah berkorban selama bertahun-tahun untuk mendirikan rumah tersebut, tetapi hanya karena merapi dan dapat rumah gratis dari pemerintah, rumah hasil kerja keras mereka akan diruntuhkan. Karena pemikiran seperti itulah makanya beberapa keluarga tidak mau melakukan perjanjian untuk mendapat rumah dan memilih untuk tetap menetap dirumah lama mereka yang berada di daerah rawan merapi. Padahal tujuan pemerintah memberikan rumah agar masyarakat tinggal di daerah yang aman, demi keselamatan mereka dari ancaman erupsi merapi, dan tidak terkontaminasi oleh debu vulkanik yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Tetapi malah terjadi keanehan di sekitar perumahan baru. Saat siang hari tiba, rumah–rumah baru yang disediakan oleh pemerintah sangatlah sepi seperti tak berpenghuni, karena mereka kembali ke rumah lama mereka untuk melaksanakan kegiatannya walaupun iu terletak di daerah yang rawan. Mereka kembali ke rumah lama dengan alasan mereka bekerja di lahan pertanian di sekitar rumah yang lama. Sangatlah disayangkan hal seperti itu terjadi karena pemerintah telah menyediakan rumah layak huni di daerah yang aman dari bencana, yang dimaksudkan agar para masyarakat aman. Tetapi mereka malah tetap melakukan kegiatan di rumah yg lama. Lalu mereka akan kembali ke rumah saat sore telah tiba, sekitar pukul 5 sore.
Finally, kehidupan masyarakat merapi sekarang sudah lebih sejahtera daripada sebelumnya, mereka semua telah memiliki rumah, menerima beasiswa pendidikan, jaminan kesehatan, dan dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka.





Stigma Anak Punk

Anak Punk
            Punk merupakan komunitas yang biasanya dianggap sebagai kaum kriminal yang meresahkan warga. Bagaimana tidak? Mereka selalu menggunakan pakaian serba hitam, badannya dihiasi tato, hidung dan telinganya ditindik dan gaya rambutnya skinhead atau Mohawk. Namun, memang begitulah cara mereka menunjukkan identitasnya dan eksistensinya sebagai orang-orang marjinal.
            Banyak orang mengira bahwa anak punk adalah kumpulan orang yang tidak berpendidikan. Ternyata pandangan kita salah, mereka justru berwawasan luas bahkan lulusan sarjana. Komunitas ini sangat menjunjung tinggi nilai solidaritas, loyal dan berpegang teguh pada ideologinya “Do It Yourself” yang berarti hidup secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan kelompok dan antikerakusan—antikemapanan. Ideologi anak punk mencakup aspek social dan politik, karena pada awalnya komunitas punk terlahir dari jeritan – jeritan masyarakat terhadap para politikus.
             Komunitas Taring  Babi mampu mengahancurkan stigma – stigma yang dipandang oleh masyarakat. Komunitas ini merupakan komunitas punk yang hidup dengan ideology punk murni. Taring Babi yang tinggal di daerah srengseh sawah dapat berbaur dengan sangat baik bersama warga sekitar. Bahkan warga setempatpun sangat menyayangi komunitas ini.
            Kenapa demikian? Jawabannya adalah karena taring babi menunjukkan jati diri punk yang sesungguhnya. Kelompok manusia yang sangat menghargai manusia lainnya, mereka sangat menjunjung tinggi prinsip kebersamaan. Dibalik penampilan yang dianggap criminal ternyata mereka justru memiliki sisi kemanusiaan yang cukup tinggi.
            Pada awalnya saat pertama kali komunitas ini datang ke kampung, warga sempat resah dan akhirnya mereka memberikan kesempatan kepada mereka untuk tinggal ditempat tersebut semacam memberikan masa percobaan.
            Dalam masa percobaan ternyata Komunitas Taring Babi menunjukkan pola hidup yang baik dan dapat diterima oleh masyarakat dengan cara mereka mengikuti berbagai macam kegiatan warga setempat seperti kerja bakti bahkan mengikuti pengajian setempat. Mereka dapat berbaur dengan warga setempat secara baik.
            Komunitas inipun memberikan dampak positif kepada warga setempat seperti mengajarkan bahasa inggris kepada warga, memberikan sarana untuk mengembangkan kreativitas mereka. Komunitas Taring Babi hidup secara sehat dan bersih dari narkoba, mereka saling menjaga kepercayaan warga sekitar , mereka melarang anak punk yang datang dari dalam atau luar negri membawa narkoba ke dalam rumah mereka. Komunitas ini berprinsip anti narkoba dan disuarakan dalam album mereka “Daun Singkong Lebih Sehat Dari Pada Daun Ganja”. Dan faktanya semua punkers yang datang mematuhinya tidak ada yang membawa ataupun menggunakan narkoba ataupun  sejenisnya, komunitas ini berhasil mematahkan stigma lainnya.
            Tempat inipun menjadi sarana untuk menemukan jati dirinya sendiri bukan hanya untuk ikut – ikutan menjadi punk, semua orang bebas untuk mengekspresikan dirinya. Seperti slogan yang dituliskan di pintunya yang berbunyi “Disini bukan tempat untuk menjadi punk, disini bengkel untuk menjadi dirinya sendiri”. Tempat ini sangat terbuka untuk siapapun yang ingin belajar bersama mengembangkan potensi dirinya.
            Komunitas ini bertahan hidup dengan karya – karyanya sendiri seperti ideology yang mereka “Do It Yourself” mereka berkarya lewat jalur music yaitu band marjinal yang menyuarakan tentang aspek social dan politik. Membuat kreativitas yang dapat dijual seperti cukilan, melukis, membuat poster, nyablon, membuat tato, dan mengisi rumah mereka dengan barang – barang yang dibuat sendiri menggunakan daur ulang, seperti asbak yang dibuat dari bekas botol plastic.
            Saat ulang tahun marjinal, warga sangat antusias menantikan rangkaian acara yang akan mereka lakukan bersama, seperti lomba masak bersama yang diikuti oleh ibu – ibu setempat bersama komunitas Taring Babi.
            Pergaulan kaum Punk sangatlah luas, koneksi mereka tersebar di seluruh dunia, Taring Babi merupakan kelompok Punk yang terkenal dikalangan Punk di dunia, mereka sering diundang untuk manggung di luar negri seperti Jerman, Belanda dan Jepang. Apabila ada tamu anak punk dari luar kota atau luar negri yang sedang ke Jakarta, mereka pasti mampir ke basecamp Taring Babi untuk bertemu atau bersilahturahmi karena hubungan antar anak punk yang menjunjung nilai solidaritas.
            Komunitas ini mampu menunjukkan identitas “anak punk” yang sesungguhnya, mematahkan pandangan sempit kita terhadap punk yang sering dipandang sebelah mata. Taring Babi mampu mematahkan stigma negative masyarakat terhadap punk dengan pendekatan dan pembuktiannya selama ini.

Oleh: Nabila Ismail

Diterbitkan dalam buku Seri Pemikiran Mahasiswa FEUI "Sebuah Lentera" dapat ditemukan di Gramedia.